PHYSICAL SECURITY
Keamanan Fisik (Physical Security)
merupakan element yang terkandung dalam keamanan informasi (information
security) yang berupa teknis (technical) dan administrasi. Yang sering diperhatikan dalam sebuah organisasi yang
focus terhadap “technology-oriented security countermeasures” untuk mencegah
serangan peretasan (hacking attack). Yang mana peretasan tidak hanya terjadi
karena jaringan yang dilewati/ter-bypass
oleh peretas kedalam jaringan organisasi, melainkan juga peretasan dapat terjadi
karena secara fisik keamanan yang dimiliki organisasi. Yang mana administrasi
dan management keamanan informasi
(information security) yang dibuat oleh organisasi masih kurang, sehingga pihak
internal maupun eksternal organisasi dapat mendapatkan dan mengetahui hak akses
ke dalam keamanan fisik maupun sistem organisasi melalui username &
password, dan lain-lainnya.
Keamanan
fisik organisasi haruslah diadministrasi dan di-manage dengan benar sehingga hak akses per tiap individu
berbeda-beda dan membutuhkan beberapa tingkatan autorisasi (authorization) oleh
pihak individu yang terlibat dalam keamanan tersebut. Keamanan fisik melindungi
orang-orang, data, perlengkapan dan peralatan, sistem, fasilitas, dan aset-aset
organisasi. Yang artinya keamanan fisik bukan saja bicara soal keamanan
informasi, melainkan bicara tentang bagaimana sebuah organisasi mengatur
keamanannya secara fisik untuk melindungi semua aset/harta milik organisasi
(termasuk orang, alat, dan lainnya).
Keamanan
fisik haruslah ada untuk mencegah adanya peretasan terjadi dikarenakan peretas
memiliki hak akses dan dapat melakukan apapun sesuai hak aksesnya karena segala
apapun keamanan yang dimiliki organisasi (firewalls, cryptography, dan lainnya)
tidak dapat melindungi data/informasi yang bocor akibat hak akses yang telah
dimasuki oleh peretas/penyerang. Dalam keamanannya, organisasi haruslah membuat
lapisan-lapisan (layer) dalam keamanan sebuah sistem maupun aset lainnya,
sehingga dapat menyulitkan penyerang untuk mendapatkan tujuannya.
Tahapan
dalam penerapan keamanan fisik dimulai dari :
1.
Perencanaan untuk Program Keamanan Fisik
(Planning)
2.
Kontrol dalam Keamanan fisik (Physical Security
Controls)
a.
Kontrol Administrasi (Administrative Controls)
i.
Perhitungan/Penimbangan Situs dan Fasilitas (Sites
and Facilities Consideration)
ii.
Perencanaan Fasilitas (Facilities Plan)
iii.
Lokasi Situs (Site Location)
iv.
Perancangan Fasilitas (Facilities Design)
v.
Pencegahan Tindak Kriminal dalam Lingkungan
(Environment Crime Prevention)
vi.
Pengamanan Data (Securing Data)
b.
Kontrol Fisik (Physical Controls)
i.
Keamanan Perimeter (Perimeter Security)
ii.
Tanda Pengenal (Badges)
iii.
Pendeteksi Gerakan (Motion Detectors)
iv.
Alarm Gangguan (Intrusion Alarms)
c.
Kontrol Teknis (Technical Controls)
i.
Smart Cards
ii.
Pembaca sensor dan RFID (Proximity Readers and
RFID)
iii.
Pendeteksi gangguan, keamanan dan CCTV
(Intrusion Detection)
iv.
Memeriksa Akses Fisik (Auditing Physical Access)
3.
Keamanan kerja dan lingkungan (Life and
Environmental Security)
a.
Keamanan dan privasi pekerja (Employee Safety
and Privacy)
b.
Tenaga dan listrik (Power and Electricity)
c.
Air (Water)
d.
Pencegah, pendeteksi, dan pemadam kebakaran.
4.
Privasi dan Persyaratan Resmi (Privacy and Legal
Requirements)
5.
Implementasi Keamanan Fisik.
Keamanan fisik haruslah
diimplementasikan sesudah tahap 1-4 telah dibuat, yang mana dalam tahap Kontrol Keamanan Fisik, berupa perhitungan
dan sistematis bagaimana keamanan yang akan dibuat.
BIOMETRIC
Biometric adalah
teknik mekanisme dalam keamanan teknologi yang memanfaatkan tubuh manusia
sebagai sebuah tanda pengenal seorang manusia agar terbaca oleh sistem tanpa
harus menggunakan username dan password. Pada umumnya, tubuh yang
digunakan sistem untuk mengenal manusia adalah sidik jari, bentuk wajah,
jaringan iris mata, telapak tangan, suara, ketikan tangan dan tanda tangan.
Kelebihan dari biometric adalah :
1.
Tidak dapat hilang atau lupa oleh orang.
2.
Sulit diduplikasi ataupun dipinjam kepada orang
lain.
3.
Mengurangi biaya operasional.
4.
Menambah keamanan.
Kekurangan dari biometric adalah :
1.
Lingkungan dan penggunaan sekitar dapat mempengaruhi
perhitungan sistem.
2.
Sistem tidak selalu 100% akurat.
3.
Membutuhkan perangkat tambahan.
Biometric dapat dikarakteristikan sebagai :
1.
Physiological
Biometric
dihubungkan berdasarkan bentuk tubuh seperti sidik jari, bentuk wajah, telapak
tangan, jaringan iris mata.
2.
Behavioral
Biometric
dihubungkan berdasarkan tingkah laku seseorang seperti ketikan tangan, tanda
tangan, dan suara.
Dalam pengembangannya biometric dimulai dari :
1.
Pengambilan data
Pengambilan data dapat diambil dari mesin pembaca fingerprint,
microphone, atau kamera digital.
2.
Pengolahan data
Data yang sudah diambil dipastikan sudah layak untuk diproses.
3.
Proses ekstrasi
Data yang telah layak untuk diekstrak, akan diekstrak pada tahap ini dan
tersimpan.
4.
Pembuatan template
Data-data yang telah diekstrak dibuatkan template berdasarkan aspek-aspek
tertentu sebagai contoh dalam E-KTP data-data yang dibuat template berdasarkan
per-orang/individu.
5.
Pencocokan template
Template yang telah
dibuat dipastikan untuk cocok dengan yang dimiliki oleh orang/individu tersebut
dan sama dengan yang dimiliki dalam database.
References
Amabara. (n.d.). Apa itu Biometrik? Retrieved
Juni 3, 2018, from Am8ara:
https://am8ara.wordpress.com/2012/08/03/apa-itu-biometrik/
Arianto, Y. (n.d.). Apa dan Bagaimana Biometric.
Retrieved Juni 3, 2018, from Berbagi Informasi Terlengkap:
http://warta10.blogspot.com/2010/06/apa-dan-bagaimana-biometric.html
Erden, M. (n.d.). Advantages and Disadvantages of
Biometric Authentication. Retrieved Juni 3, 2018, from SESTEK:
http://www.sestek.com/2016/11/advantages-disadvantages-biometric-authentication/
Hutter, D. (2016). Physical Security and Why It
Is Important. SANS INSTITUTE InfoSec Reading Room. Retrieved Juni 3, 2018
Comments
Post a Comment